Glowing Instan Mulai Ditinggalkan, Tren Perawatan Ramadan–Lebaran 2026 Kini Lebih Berkelanjutan
By modest.id - Feb 15, 2026Ramadan selalu membawa perubahan, bukan hanya pada ritme hidup, tetapi juga pada kondisi kulit. Pola makan bergeser, asupan cairan berkurang, waktu tidur berubah. Dampaknya terasa nyata: kulit lebih kering, sensitif, dan mudah tampak kusam.
Memasuki Ramadan–Lebaran 2026, tren kecantikan pun ikut bertransformasi. Hasil instan yang dulu diburu kini mulai ditinggalkan. Fokusnya bergeser ke perawatan yang membangun fondasi kulit secara bertahap dan berkelanjutan.
Data Euromonitor Voice of the Consumer: Beauty & Personal Care Survey 2024–2025 mencatat 52 persen konsumen global kini lebih memilih perawatan yang mendukung kesehatan kulit jangka panjang dibanding efek cepat.
Regenerasi dari Dalam
Selama puasa, proses regenerasi kulit cenderung melambat. Inilah mengapa perawatan berbasis DNA dan Polynucleotide semakin diminati. Pendekatan ini bekerja membantu pemulihan kulit secara alami dari dalam, bukan sekadar memperbaiki tampilan permukaan. Treatment seperti Nucleofil dan Revok50 dikenal sebagai skin booster yang membantu memperbaiki kulit lelah selama Ramadan dengan hasil yang lebih stabil dan progresif.
Collagen Stimulator, Investasi Jangka Panjang
Tren berikutnya adalah collagen stimulator yang merangsang produksi kolagen alami secara bertahap. Pendekatan ini memperbaiki tekstur, elastisitas, dan kualitas kulit secara menyeluruh. Juvelook menjadi salah satu treatment yang banyak dibicarakan karena hasilnya terlihat natural dan tidak berlebihan, cocok untuk persiapan menuju Lebaran.
Hidrasi dan Teknologi Minim Downtime
Perubahan hidrasi selama puasa juga mendorong meningkatnya minat pada perawatan berbasis medical-grade Hyaluronic Acid seperti Xela Rederm untuk menjaga kelembapan dan kekenyalan kulit.
Sementara itu, teknologi energy-based dengan downtime minimal semakin populer menjelang Lebaran. Yellow Laser membantu mencerahkan sekaligus menenangkan kulit, sedangkan Ultraformer memberikan efek lifting halus tanpa prosedur bedah.
Menurut Chief Clinical Officer ZAP, dr. Dara Ayuningtyas, pendekatan selama Ramadan tidak bisa parsial. Fondasi kulit perlu dibangun lewat hidrasi dan regenerasi, diperkuat dengan stimulasi kolagen, lalu dioptimalkan dengan teknologi energi yang lembut.
Secara umum, perawatan medis Ramadan–Lebaran 2026 berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp8 juta per sesi, dengan berbagai paket bundling yang menawarkan potongan harga signifikan.
Tahun ini, glow bukan lagi soal kilau cepat semalam. Ia adalah hasil dari proses yang dirawat dengan sabar, agar saat Hari Raya tiba, kulit tampil sehat, segar, dan tetap terasa seperti diri sendiri.
See also:
--
Ecaté Clinic Luncurkan Treatment Mewah Foaming Enzyme Facial dari iS Clinical --
Aman dan Nyaman Treatment di Rumah dengan Aplikasi Beauty On-Demand MirrorMe --
HIFU, Perawatan untuk Kulit Wajah Lebih Kencang Tanpa Operasi --
Treatment Unggulan 3D Beautification dari The Clinic Beautylosophy --