Terpesona Keindahan Les Abayas Vivi Zubedi

Koleksi yang sangat layak melangkah di panggung fashion week dunia, dari the Abaya specialist, Vivi Zubedi.

Terpesona Keindahan Les Abayas Vivi Zubedi

Busana muslim atau yang boleh juga disebut modestwear di Indonesia memiliki keistimewaan, karena ragam dan gayanya yang sangat-sangat variatif. Ini sangat erat kaitannya dengan umat Islam di Indonesia yang inklusif, yang terbuka dan toleran terhadap berbagai unsur budaya.

Berbeda dengan kultur masyarakat di negara-negara mayoritas Islam lainnya, seperti di Timur Tengah, ataupun Turki yang masih dominan mempertahankan garis konvensional berupa abaya atau dress panjang dan longgar dengan ketertutupan maksimal, berwarna hitam atau gelap.

Meskipun demikian, busana abaya atau dalam bahasa desain disebut pola thobe ini, sebenarnya merupakan model busana paling mendasar sebagai busana muslim wanita, yang akan selalu menjadi referensi identitas busana muslim. Karena dianggap paling berkesesuaian dengan apa yang disebut 'jalabiya/jilbab' dalam Al Qur'an, sebagai busana luar yang menutup tubuh seorang muslimah.

Menarik melihat bahwa di Indonesia, sebenarnya busana berpotongan abaya ini juga banyak diadopsi oleh para desainer dan produsen busana muslim, tetapi melalui banyak penyesuaian, antara lain tidak lagi berwarna hitam dan gelap, variasi potongan, layer, dan segala aksen lainnya yang menjadikannya tidak lagi memiliki 'look' ala Arab.


Satu desainer yang tetap konsisten sejak awal dengan pola rancangan abaya 'klasik' ala timur tengah ini, adalah Vivi Zubedi. Vivi dibesarkan di keluarga keturunan Arab sehingga ia sangat akrab dengan abaya sejak kecil. Dan satu hal yang sudah dibuktikannya, bahwa memakai abaya sangat mampu memberikan keleluasaan bagi penggunanya untuk beraktivitas sehari-hari, secara bersamaan menutup tubuh dengan maksimal.

Awalnya, memilih untuk konsisten mengolah Abaya ala Timur Tengah seperti ini, asumsinya tentu 'there's not enough room for improvement', sedangkan tugas seorang fashion designer adalah selalu menghadirkan kebaruan, kesegaran pada busana/koleksi fashion. Sadar dengan kekayaan ragam corak Indonesia, Vivi mengolah dan memasukkan unsur handcraft Indonesia kedalam rancangannya. Vivi telah membuktikannya berulang kali melalui beberapa koleksinya, bahwa Abaya bisa tampil fresh dan selalu mengagumkan.


Seperti pada panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 pada akhir Oktober 2016 lalu, Vivi menghadirkan koleksi 'Les Abayas', sebanyak 16 busana dalam garis rancang loose yang didominasi warna-warna earth tone. Yang sangat mengundang decak kagum, adalah permainan ornamen corak bordir yang diaplikasikannya pada busana. Vivi yang sangat perfeksionis ini menghadirkan motif bordir yang luar biasa indah, coordinated, dengan perpaduan warna yang sangat diperhitungkan sehingga menghasilkan tampilan yang memanjakan mata, kaya corak sekaligus tetap bersahaja.

Potongan abayanya tidak melulu berupa one piece panjang dan longgar. Ia mengkreasikan beberapa cutting yang berbeda, seperti abaya dan outer panjang senada, layer high-low, flapper style, dan lain-lain. Tetap dengan siluet thobe yang longgar. Menggunakan material pilihan (Vivi masih mengimport sebagian material abaya) sehingga flow busana terbentuk dengan sempurna.

Karakter Vivi yang selalu memasukkan unsur bohemian hadir lewat garisan-garisan bordir serta ornamen lainnya yang diaplikasikan pada abaya, seperti tassel dan aksen rumbai-rumbai benang. Tetapi semua ornamentasi tersebut tidak menjadikan busananya tampak berat dan ramai, justru kesan tenang dan memikat lewat perpaduan warna dan corak yang harmonis. Ragam hias tersebut terinspirasi dari tema alam yakni pepohonan, bunga serta motif tribal.

Koleksi Vivi benar-benar sebuah karya yang indah dan memiliki kedalaman dalam segi proses, ekspresi dan kesan yang ditimbulkan, sebuah koleksi yang pantas berjalan di panggung-panggung mode utama dunia.

   

   


See also:
-- Makkah Madinah Jannah, Bergaung di New York Fashion Week -- MUFFEST 2017 Promotes Indonesia as the Center of Global Muslim Fashion -- Koleksi Dian Pelangi 'Allurealist' di Panggung NYFW First Stage -- Rani Hatta: The "Crossing" of Masculine-Feminine Looks in One Collection --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Inspirasi Gaya Clean, Effortless & Smart Styling dari L'tru

Inspirasi Gaya Clean, Effortless & Smart Styling dari L'tru

READ MORE
Cerita Kolaborasi L.tru x Mice Cartoon dalam Dear Woman

Cerita Kolaborasi L.tru x Mice Cartoon dalam Dear Woman

READ MORE