Ikhtiar Bersama Menuju Fashion yang Etis & Berkelanjutan

Menarik bahwa ikhtiar ini kini digaungkan pada festival ekonomi syariah terbesar di Indonesia.

Ikhtiar Bersama Menuju Fashion yang Etis & Berkelanjutan

Dunia dan masyarakatnya kini menanggung beban sekian tahun praktik produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan - mengabaikan ekses atau akibatnya untuk generasi yang akan datang. Ekosistem yang terganggu, sumber-sumber alam yang berkurang, dan pekerja yang tereksploitasi. 

Bukan hal yang basa-basi atau formalitas, ketika semua pihak saat ini tampaknya memperhatikan dengan serius tentang pembangunan yang berkelanjutan ini. Salah satunya dalam industri fashion, yang sampahnya saat ini telah sangat membebani bumi. Semakin riuh dan masifnya gaung sustainable fashion ini, paling tidak semakin banyak pula orang yang sadar dan mengubah sedikit hingga banyak praktiknya dalam produksi maupun konsumsi fashion.

Tema ini juga diangkat pada event ekonomi syariah terbesar di Indonesia, Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019, 12-16 November 2019 di Jakarta. Fashion berkelanjutan dibuat dengan memperhatikan seluruh rantai pasokan dan siklus garmen, meliputi sumber, teknik/metode produksi hingga etika kerja dan pengelolaan limbah lingkungan. Sedangkan fashion etis relevan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah, yang tidak hanya menekankan pada profit semata, melainkan pencapaian keseimbangan dan kebaikan atau keadilan sosial ekonomi. Oleh karena itu, fashion etis dan berkelanjutan adalah bentuk praktek dari implementasi nilai-nilai ekonomi syariah di industri fashion yang dapat mendukung pengembangan industri halal global. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam Sustainable & Ethical Fashion, sebagai rangkaian kegiatan ISEF 2019 lalu.

Potensi pasar fashion muslim masih terbuka lebar, namun kompetisi lokal maupun global juga semakin ketat. Oleh karena itu, pelaku fashion nasional harus mampu menangkap perubahan, berkreativitas dan berinovasi, meningkatkan produktivitas serta memperkuat brand sehingga mampu memenangkan pasar lokal maupun global. Menurut Thomson Reuters, pangsa pasar ekonomi Islam diperkirakan terus tumbuh hingga 3.007 miliar USD pada tahun 2023. Jumlah penduduk muslim dunia yang mencapai 1,8 miliar atau 24% dari populasi global, dan pesatnya populasi generasi muslim milenial juga turut mempengaruhi prospek dan tren fashion muslim ke depan. Indonesia merupakan konsumen busana muslim terbesar ketiga di dunia yang menghabiskan sebesar 20 miliar USD atau sekitar 300 triliun rupiah. Sehingga produk fashion muslim Indonesia potensial sebagai komoditi untuk mengintegrasikan kerja sama internasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal global. Sejalan dengan target yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia. Dengan target untuk memasarkan produk busana muslim Indonesia ke skala global, Bank Indonesia bersinergi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC).

Hal senada disampaikan oleh National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma, bahwa industri fashion muslim Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan yang juga menawarkan keragaman konten lokal yang tidak dimiliki oleh negara lain sehingga menjadi potensi dan nilai tambah untuk dipasarkan ke skala global dan menciptakan citra bahwa Indonesia telah bersiap sebagai pusat industri halal global. Sinergi antara BI, IFC, dan IHLC akan menciptakan kekuatan dan pengaruh cukup besar dalam ekonomi keuangan syariah tingkat nasional maupun internasional dan pada akhirnya dapat mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia.


Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019 menampilkan etalase karya 78 perancang busana muslim Indonesia melalui pameran business to business (B to B) pada tanggal 13-16 November 2019 di Assembly Hall, JCC dan rangkaian fashion show pada tanggal 14 dan 15 November 2019 di Main Stage Plenary Hall, JCC. Potensi buyer dalam dan luar negeri dihadirkan dalam perhelatan ini untuk dipertemukan dengan para perancang busana muslim Indonesia yang terpilih melalui proses kurasi dan telah dibina untuk mempersiapkan brand dan produk siap ekspor.

Digelar selama dua hari, Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019 menghadirkan rangkaian fashion show dari 78 desainer Indonesia. Desainer yang berpartisipasi antara lain Vivi Zubedi dari IKRA Indonesia menampilkan The Purun”, Itang Yunasz menggunakan songket dari Sumatera Barat, Tuty Adib yang menampilkan songket dari Aceh, Wignyo Rahadi dengan kain Tapis dari Lampung, Dian Pelangi dengan songket dari Riau dan Kepulauan Riau, dan Irna La Perle Heritage yang mengangkatTenun Garut Hendar Jawa Barat.

  

  

Masih banyak lagi desainer yang juga berkomitmen untuk memulai dan meneruskan langkah-langkah fashion yang etis dan berkelanjutan, yang menampilkan karya di panggung fashion show, seperti Hannie Hananto, Deden Siswanto, Ariy Arka, dan lainnya. Beberapa brand juga ikut memberikan presentasi fashionnya antara lain Shafira, L.tru, Kami dan NurZahra.

Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) memberikan dukungan penuh pada perhelatan Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019. Seperti yang disampaikan oleh Jetty R Hadi, Vice Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC), “Di bawah ‘rubrik’ gaya-hidup halal, fashion dan konteks luasnya yaitu hal-ikhwal berpakaian, harus patuh pada pedoman mengenai apa yang dimaksud dengan kehidupan dan gaya-hidup yang sekaligus halal dan thoyyib (baik, sehat, tidak berbahaya, ramah lingkungan). Sepotong hijab, sebagai contoh, harus bisa ditelusur bahan mentah dan material tambahan apa saja yang digunakannya, seberapa bermanfaat atau bermudarat bagi sesama rantai pasokannya sampai ke tangan penggunanya. Begitu pula, seberapa tepat atau berlebihankah sebuah industri dan pasar fashion di hadapan keadaan masyarakatnya. Oleh karenanya sangat logis apabila kriteria dari produk konsumen yang ethical and sustainable; sesuai dengan kriteria fashion Islami.”


See also:
-- Menuju Muslim Fashion Festival 2020 -- Bukan 'Baju Lebaran', Koleksi Desainer yang Baru Rilis di Bulan Ramadhan ini -- Melihat Pesta Seni Berpadu Lifestyle dalam Art Jakarta 2017 -- Nuansa Festival dan Kisah Persatuan dalam 'Ng Bono' Happa SS 19 --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Modestwear & Headscarf Pada Fashion Show Stella Jean FW 2017

Modestwear & Headscarf Pada Fashion Show Stella Jean FW 2017

READ MORE
Strategi Memenangkan Modest Fashion Indonesia di Pasar Dalam Negeri

Strategi Memenangkan Modest Fashion Indonesia di Pasar Dalam Negeri

READ MORE